Akhirnya ngeblog lagi nih :D, hehe.
Di post ini, saya mau nulis pengalaman saya waktu ngikutin sidang untuk mengambil SIM C saya di PN Bandung. Let's Start :D.
[Proses Penilangan]
Pada hari Senin tanggal 27 Februari 2012 saya lagi jalan-jalan di Bandung tepatnya di sekitar jalan Surapati ke arah Ujung berung. Karena sudah terlalu sore (hampir magrib), saya segera mengambil jalan arah pulang ke kosan di daerah Cisitu. Ketika melewati Itenas, perasaan saya lagi adem ayem. Namun, semua berubah ketika melewati perempatan lampu merah di dekat Itenas. Saya merasa deg degan karena seorang polisi menghentikan motor saya. Awalnya, saya kira cuman diperiksa kelengkapan surat-surat doang, eh ternyata katanya saya menerobos lampu merah :(. Padahal dibelakang saya masih ada pengendara motor yg melintas juga, tapi hanya saya yang dihentikan -___-. Yasudahlah, apa boleh buat.
Setelah itu, saya digiring ke pos tempat "sidang ditempat". Awalnya saya ditanya bawa uang berapa, karena pada saat itu saya emang lagi gak bawa uang, terpaksa saya jawab gak bawa uang. Yasudah, dikasihlah saya surat tilang yang warna merah, yang artinya saya harus mengikuti sidang. Emang lagi apes kayaknya -__-. Sidangnya diadakan pada hari Jum'at 9 Maret 2012 (2 minggu setelah penilangan) jam 09.00. Yang lebih apes lagi, hari Jum'at itu saya ada UTS, pikiran saya udah gak karuan soalnya takut sidangnya lama. Jujur aja, ini adalah pengalaman pertama saya untuk sidang SIM. Jadi gak tau berapa lama akan selesai sidangnya. Kalau selesainya sore, bagaimana nasib UTS saya?? -__-.
[Pra-Sidang]
Singkat cerita, sampailah saya di kosan. Saya langsung browsing untuk cari tahu gimana sih sidang SIM itu. Setelah hampir 2 jam browsing-browsing, saya masih belum puas dengan tulisan-tulisan yang dibuat orang lain di blognya seperti tulisan saya ini, hehe. Oleh karena itu, selama 2 minggu ini saya berusaha dengan bertanya ke teman-teman yang sudah pernah ditilang sebelumnya. Kesimpulan yang saya dapet dari browsing dan bertanya adalah :
1. Dateng lebih awal untuk mengantisipasi terjadinya antri.
2. Usahain jangan pake calo.
3. Siapin uang dalam pecahan 1000, 5000, 10000, dan 20000.
4. Dateng pake baju yang rapi.
5. Kata teman saya, sidangnya sebentar, tapi dari informasi yang saya dapat diinternet kebanyakan lama dikarenakan antrian yang panjang. (Karena hal ini, saya masih deg degan soalnya ada UTS siangnya)
Oleh karena itu, H-1, saya memanfaatkan info yang di dapat semaksimal mungkin + persiapan mental, karena ini adalah sidang pertama saya.
[Hari Sidang]
Singkat cerita, hari dimana sidang dilaksanakan pun tiba, untuk mengantisipasi antre, saya berancang-ancang untuk datang lebih awal. Karena jam 07.00-09.00 ada kuliah, saya terpaksa bolos, hehe. Saya berangkat dari kosan pukul 08.30. Ketika saya sampai, jam di hape saya menunjukkan pukul 08.50. Saya langsung memakirkan motor saya di parkiran. Sesampainya di sana, saya langsung didekati oleh bapak-bapak yang berkata,"mau ngambil SIM ?" Dalam hati saya berpikir pasti ini calo. Saya hanya diam dan terus berjalan memasuki pelataran gedung PN Bandung tersebut. Walaupun ini pengalaman pertama saya, saya belaga seperti sudah pengalaman saja agar tidak didekati calo-calo yang sudah berkeliaran. Sejujurnya, saya bingung mau pergi ke mana, tetapi saya melihat orang-orang lalu lalang di pintu paling kiri. Saya berpikir, pasti pada mau sidang juga, hehe. Saya langsung mengikuti orang - orang yang masuk. Sesampainya di dalam gedung, saya langsung menuju ruangan tempat ruang sidang SIM, karena sudah ada petunjuk dimana ruang untuk SIM, dan dimana ruang untuk STNK. Setelah di depan ruangan, terlihat hanya beberapa orang yang antre (tidak sampai 10). Hati saya langsung lega karena cuma sedikit yang antre :D. Saya langsung menaruh surat tilang saya di atas meja yang berada di depan pintu ruang sidang. Karena hal itu menjadi urutan antrenya, jadi kita tinggal menunggu saja untuk dipanggil.
Setelah sekitar 3 menit, nama saya dipanggil untuk memasuki ruang sidang. Dalam hati saya berkata, "Ternyata sebentar juga nunggunya." Sesampainya di ruang sidang, saya langsung duduk di tempat tunggu sambil melihat jejeran hakim dan sebagainya di depan ruangan. Baru sekitar 20 detik duduk, eh ternyata nama saya sudah dipanggil lagi untuk maju ke depan. Perasaan saya waktu itu sedikit deg degan karena tidak tahu akan diapakan. Ketika saya berhadapan dengan hakim, ternyata saya hanya ditanya, "apa kesalahanmu?" Saya menjawab,"Menerobos lampu merah pak." Hakim tersebut langsung berkata,"Denda 35 ribu!" sambil menandatangani surat tilangnya. "Hah, cuma 35 ribu???" kata saya dalam hati, hehe. Saya langsung ke pinggir ruangan untuk membayar dendanya + 1000 untuk biaya administrasi, jadi total 36 ribu rupiah. Setelah itu saya langsung keluar ruangan yang selanjutnya keluar dari gedung. Akhirnya SIM saya kembali :D :D. Ketika saya melihat jam, ternyata menunjukkan pukul 09.05. Ternyata sidang SIM nya tak selama yang saya kira. Kalau di hitung-hitung, saya berada di ruang sekitar selama tidak lebih dari 3 menit, hehe. Tapi, Sebenarnya itu tergantung dari jumlah orang yang menghadiri sidang itu, untungnya waktu itu bukan "musim" tilang, jadi tidak terlalu ramai.
Ternyata, pendapat saya yang awalnya berpikiran sidang itu akan seram, salah. Setelah melewati itu saya berpikir ternyata hanya namanya saja yang sidang, tapi ternyata biasa - biasa saja, hehe. Jadi, jangan takut untuk menghadiri sidang, karena uang dendanya akan masuk ke kas negara, bukan yang "lain". :D
Itulah pengalaman saya mengenai sidang SIM pertama saya. Semoga tulisan ini bermanfaat ^^.
WELCOME TO MY ZONE
Selamat datang di zona saya. Adalah sebuah blog sederhana yang dibuat oleh pelajar yang sedang belajar pelajaran ditempat terpelajar. Berawal dari sebuah tugas sekolah dan akhirnya menjadi sebuah rutinitas hingga saat ini.
Jumat, 09 Maret 2012
Pengalaman Sidang SIM di PN Bandung
Sabtu, 05 November 2011
[UPDATED] Berbagai Program Pascal Sederhana
Setelah beberapa bulan duduk di bangku kuliah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB :), saya mendapatkan banyak ilmu baru, khususnya di bidang Pemrograman yang sebelum masuk ITB saya tidak bisa sama sekali alias nol.
Karena dituntut untuk bisa dan paham (soalnya ada SKS nya, haha), mau tidak mau memang harus belajar, walaupun dari nol. Berbagai upaya telah dilakukan (ciyee :D), mulai dari membaca berbagai buku pemrograman, browsing - browsing, sampai tanya2 ke temen yang udah dewa pemrograman (OSN Komputer). Pemrograman yang saya pelajari adalah bahasa Pascal.
Alhasil, terciptalah berbagai program PASCAL sederhana buatan orang yang juga sederhana (saya). Dipersilakan yang mau download :D. Ini listnya :
Yang mau source code nya tinggal comment aja :D, atau email ke noval_ghetto@yahoo.com.
Happy Programming :D
Karena dituntut untuk bisa dan paham (soalnya ada SKS nya, haha), mau tidak mau memang harus belajar, walaupun dari nol. Berbagai upaya telah dilakukan (ciyee :D), mulai dari membaca berbagai buku pemrograman, browsing - browsing, sampai tanya2 ke temen yang udah dewa pemrograman (OSN Komputer). Pemrograman yang saya pelajari adalah bahasa Pascal.
Alhasil, terciptalah berbagai program PASCAL sederhana buatan orang yang juga sederhana (saya). Dipersilakan yang mau download :D. Ini listnya :
- Program Bilangan Prima
- Program Membuat Bingkai dari '*'
- Program Membuat Bingkai dengan '*' di tengah tengah
- Game Sederhana HANGMAN
Yang mau source code nya tinggal comment aja :D, atau email ke noval_ghetto@yahoo.com.
Happy Programming :D
Label:
pascal,
Program Pascal,
Program sederhana,
programming
Sabtu, 26 Februari 2011
Aksi saya di FINAL Bogor Open 2011
Sekitar bulan Januari lalu, saya mengikuti sebuah kompetisi Rubik di Bogor.
Alhamdulillah, masuk Final.
Inilah aksi saya ketika di Final.
Check this out!
Alhamdulillah, masuk Final.
Inilah aksi saya ketika di Final.
Check this out!
1st Attempt
2nd Attempt
3rd Attempt
4th Attempt
5th Attempt
Ini hasilnya :
Untuk Hasil Lengkapnya, silakan klik link berikut http://www.worldcubeassociation.org/results/c.php?allResults=All+Results&competitionId=BogorOpen2011
3rd Attempt
4th Attempt
5th Attempt
Ini hasilnya :
Selasa, 15 Februari 2011
Kubus Rubik
Kubus Rubik's
adalah sebuah teka-teki mekanik yang ditemukan pada tahun 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria, Ernő Rubik. Kubus ini terbuat dari plastik dan terdiri atas 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan, setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.
Kubus ini dibuat kembali dan dipasarkan di kawasan eropa pada Mei, 1980. Rubik's dianggap merupakan mainan yang paling banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik's termasuk imitasinya terjual.
Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik's (Rekor Indonesia) menurut MURI berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo, sedangkan menurut WCA (World Cube Association, organisasi rubik tingkat dunia), Rekor Indonesia dipegang oleh Muhammad Jihan Khalilurrahman pada tanggal 21 November 2010 dalam even Bali Cube Day 2010 dengan catatan waktu 9.68 detik.
Rekor Dunia dalam menyelesaikan Kubus Rubik's dengan mata tertutup berhasil dicetak pada kompetisi Jakarta Open 2010 pada tanggal 31 Januari 2010 di FX Building, Jakarta. Rubik berukuran 3x3 dengan mata tertutup jumlah terbanyak yaitu 16 buah dalam waktu 57 menit diselesaikan atas nama Muhammad Iril Khairul Anam dari Indonesia, yang sampai saat ini masih bertahan. Sebelumnya rekor dunia kategori ini dipegang Tong Jiang dari Cina dengan 15 kubus Rubik.
Tidak hanya Muhammad Iril, Indonesia juga menempatkan putra bangsa lainnya di peringkat ketiga rekor dunia yaitu Wicaksono Adi dengan menyelesaikan 11 kubus Rubik tanpa melihat dalam waktu 55 menit 10 detik. Rekor Wicaksono dipecahkan saat Indonesia Open 2009. Semua rekor ini tercatat di WCA.
Tidak hanya Muhammad Iril, Indonesia juga menempatkan putra bangsa lainnya di peringkat ketiga rekor dunia yaitu Wicaksono Adi dengan menyelesaikan 11 kubus Rubik tanpa melihat dalam waktu 55 menit 10 detik. Rekor Wicaksono dipecahkan saat Indonesia Open 2009. Semua rekor ini tercatat di WCA.
sumber : wikipedia.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)